Wednesday, September 15, 2010

Cuba Untuk Berubah

Saat mata kubuka perlahan
Syukur aku masih diberi hidup
Ruang untuk bernafas
Di muka bumi-Mu Ya Allah

Lantas kutitipkan wudhu’
Melangkah sujud pada-Nya
Hanya kepada Engkaulah kami sembah
Dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan

Kuhadapkan wajah menuju kiblatku
Tangan kutadah menyeru namaMu
Ya Allah Ya Ghaffar
Ampunkanlah daku
Sesungguhnya hamba-Mu ini tidak pernah terlepas dari melakukan dosa
Sering lalai dan leka
Dengan muslihat duniawi yang tidak ke mana

Terasa air jernih menitis hiba
Mengenangkan kerdilnya diriku di sisi-Nya
Sesungguhnya
Dia yang Maha Rauf
Tiada walau sedetik melupai aku
Dia yang Maha 3Tawwab
Menerima taubat
Sekalian hamba-Nya
Sebelum Israfil meniup sangkakala

Hati ini… jiwa ini…
Masih lagi merintih
Lagaknya seperti bayi jerih bertatih
Resah nuraniku penuh persoalan
Yang aku sendiri tiada jawapan

Ya Dzul-Jalali
Apa aku bisa menjadi hamba-Mu
Yang lisannya setiap saat basah dengan zikrullah?
Apa aku bisa menjadi umat pesuruh-Mu
Yang senantiasa hidup dengan sunnah Muhammad Rasulullah?
Dan apakah aku bisa menjadi seorang Mukmin
Yang beramal dengan kitab-Mu seluruh hidupku?

Ya Allah
Ya Rahman Ya Rahim
Sesungguhnya aku tidak layak untuk syurga-Mu
Namun tidak pula sanggup ke neraka-Mu
Ampunkan dosaku
Terimalah taubatku
Sesungguhnya Engkaulah Pengampun dosa-dosa besar

Ya Allah Ya Rabbi
Pancarkanlah nur-Mu ke dalam hidupku
Biarkan halawatul iman itu meresapi kalbu
Kirimkanlah taufik dan hidayah-Mu untukku
Agar aku bisa berdiri teguh disirat-Mu

Sesungguhnya ibadatku, hidupku dan matiku
Hanya untuk-Mu Ya Allah
Di sini…
Di kiblat ini…
Aku cuba untuk berubah…

Layakkah aku

Aku manusia biasa
Penuh sifat mazmumah yang membelenggui diri
Dendam, marah, putus asa dan kecewa
Bukan itu yang aku impikan

Tapi aku ingat
Aku sememangnya tak layak
Untuk berkata dendam dan kecewa
Kenapa?

Aku kecewa
Untuk apa aku katakan aku kecewa?
Sedangkan usaha belom lagi aku lakukan
Imbas kembali detik kekasih Allah
Kembangkan syiar islam
Penuh onak dan duri
Dicaci dan dimaki sesuka hati
Tanpa rasa kecewa
Diajarkan jua umat manusia
Mencari hakikat ketuhanan yang Maha Esa
Agar berbahagia dunia dan akhirat
Untuk itu
Layakkah diriku ungkap kata 'kecewa'?

Dendam
Untuk apa aku berdendam
Hanya dek hati terguris
Oleh kata-kata yang menyakitkan
Atau perbuatannya yang kalampauan
Oh! Rugilah aku
Sedangkan Rasulullah
Hanya memaafkan umatnya
Lagi mendoakan
Mulia sungguh budi pekertinya
Tanpa perasaan dendam
Kepada sesiapa
Oh! Siapakah aku
Untuk berdendam?

Marah?
Lupakah aku pada hadith Rasulullah?
Daripada Abu Hurairah ra
Bahawasanya Rasulullah SAW bersabda:
Bukanlah seorang yang kuat itu,ialah orang yang kuat bergusti (tenaganya),
Tetapi, orang yang kuat itu
ialah orang yang dapat menahan dirinya ketika marah
Tapi
Mengapa ia masih membelenggu diri
Bagaikan ada tali yang mengikatnya
Oh Tuhan
Syaitankah itu?
Ampuniku Ya Allah
Lindungilah diriku dari musuh-Mu

Oh Tuhanku
Aku hanya manusia biasa
Yang hina lagi dina
Yang penuh dosa kemaksiatan
Ampunilah aku
Permudahkan lah jalan-Mu
Bagiku juga umat manusia
Kejalan keredhaan-Mu