Thursday, March 18, 2010

Puisi

Membawa kebenaran itu memang payah
Namun...
Jika hati itu telah menjadi milik Allah
Maka tiada lagi kegundahan jiwa.

Bukan mudah...
Yang penting walau apa pun persepsi manusia
Selagi Al-Quran dan As-Sunnah menjadi benteng kehidupan,
Juga...
Solat lima waktu ditegakkan dengan penuh kehambaan

Pasti...
Pasti akan Allah s.w.t. tunjukkan jalan.
Ambillah insan...
Pengalaman hidup yang dilalui sebagai pengajaran

Namun...
Kesedaran yang Allah ilhamkan
Mampu menggoncangkan hati dan iman

Sungguh...
Bukan mata yang buta tapi hati di dada
Beruzlahlah kelak kan kau temui hikmah
Bersabarlah sesungguhnya itu adalah tarbiyah Allah

Bersihkanlah....
Segala persepsi yang membelenggu dirimu
Aku hanya berpesan
Untuk sama seiring sejalan menuju Tuhan

Yakinlah...
Sungguh Allah itu dekat
Mengapa tidak kau rasainya

Apakah manusia telah lupa?
Setelah ia merasakan kecukupan dalam kehidupan
Ia sombong pada Tuhan...
Ia lupa...
Siapa yang membukakan matanya selama ini?
Siapa yang memberikan rezekinya selama ini?
Siapa?
Kalau bukan Tuhan...
Tapi kenapa manusia lupa...

"Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi kerana Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang bertakwa) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu kerana ingin menyimpang dari kebenaran. dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Mahat Teliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan." (An-Nisa,4:135)

"Dan inilah jalan Tuhanmu yang lurus. Kami telah menjelaskan ayat-ayat (Kami) kepada orang-orang yang menerima peringatan." (Al-An'am,6:126)